GASIANG TANGKURAK: ANTARA MITOS DAN REALITAS PELAKU MISTIS DAERAH
Keywords:
Gasiang Tangkurak, Mitos, Minangkabau , Budaya MistisAbstract
Gasiang Tangkurak merupakan salah satu tradisi mistis yang hidup dalam budaya masyarakat Minangkabau di Sumatera Barat. Istilah ini merujuk pada praktik ilmu gaib yang menggunakan media berbentuk gasing dari tengkorak manusia dan dipercaya memiliki kekuatan supranatural. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji Gasiang Tangkurak sebagai bagian dari folklor dan kepercayaan masyarakat, sekaligus melihat bagaimana tradisi tersebut dipahami antara mitos dan realitas sosial. Metode yang digunakan adalah studi pustaka dengan pendekatan kualitatif deskriptif melalui berbagai sumber literatur, artikel budaya, dan kajian etnografi mengenai tradisi mistik Minangkabau. Hasil kajian menunjukkan bahwa Gasiang Tangkurak tidak hanya dipandang sebagai praktik ilmu hitam, tetapi juga sebagai simbol sosial yang berkaitan dengan dendam, penolakan cinta, dan relasi kekuasaan dalam masyarakat tradisional. Selain itu, cerita mengenai Gasiang Tangkurak berkembang melalui tradisi lisan, musik, dan kisah rakyat yang diwariskan secara turun-temurun. Dalam perkembangannya, kepercayaan terhadap praktik tersebut mulai mengalami perubahan seiring pengaruh agama Islam dan modernisasi yang menolak unsur syirik dalam kehidupan masyarakat Minangkabau. Dengan demikian, Gasiang Tangkurak dapat dipahami tidak semata sebagai fenomena mistis, tetapi juga sebagai representasi budaya yang mengandung nilai moral, sosial, dan historis dalam masyarakat Minangkabau.




