Tradisi Serak Gulo sebagai Kearifan Lokal Masyarakat Muslim Keturunan India di Kota Padang: Kajian Historis, Budaya, dan Nilai Sosial
Abstract
Tradisi Serak Gulo merupakan salah satu bentuk kearifan lokal yang paling khas yang dipraktikkan oleh komunitas Muslim keturunan India (komunitas Muhammadan) di Kota Padang, Sumatera Barat. Tradisi ini terdiri dari ritual menabur gula kepada seluruh anggota masyarakat pada peringatan hari kelahiran Nabi Muhammad SAW, yang diadakan di Masjid Muhammadan di kawasan Kampung Pondok, Kabupaten Padang Selatan. Setelah dilestarikan selama lebih dari 200 tahun, tradisi ini secara resmi diakui pada tahun 2023 sebagai Warisan Budaya Takbenda Indonesia oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia. Artikel ini bertujuan untuk meneliti latar belakang sejarah, proses implementasi, struktur simbolik, nilai-nilai kearifan lokal, peran Masjid Muhammadan, kontribusinya terhadap integrasi sosial lintas etnis, tantangan pelestarian, dan relevansi tradisi Serak Gulo di era globalisasi. Studi ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan historis dan budaya melalui tinjauan pustaka sistematis dari berbagai sumber jurnal ilmiah. Temuan penelitian mengungkapkan bahwa tradisi Serak Gulo mewujudkan nilai-nilai keagamaan, sosial, budaya, dan etnonasional yang kaya, mencerminkan keberhasilan akulturasi antara tradisi India dan budaya Minangkabau, sekaligus berfungsi sebagai model konkret integrasi sosial lintas etnis di Indonesia.




