PENGGUNAAN KALIMAT DEKLARATIF DALAM PAGELARAN WAYANG SANTRI NGAJI BUDAYA OLEH DALANG KI HARYO ENTHUS SUSMONO
Keywords:
Kalimat Deklaratif, Wayang Santri, Ki Haryo Enthus Susmono, Sintaksis, Semantik, PragmatikAbstract
Pagelaran wayang santri ngaji budaya yang didalangi oleh Ki Haryo Enthus Susmono telah dikenal oleh banyak orang, khususnya masyarakat Tegal. Pagelaran ini biasanya dilakukan untuk meningkatkan kesadaran budaya dan keagamaan masyarakat melalui kalimat-kalimat yang digunakan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji struktur kalimat deklaratif (sintaksis), makna (sematik), dan fungsi pragmatis ilokusi yang terkandung dalam pagelaran Wayang Santri Ngaji Budaya oleh Dalang Ki Haryo Enthus Susmono di media sosial Youtube. Pendekatan yang digunakan penelitian ini adalah kualitatif dekriptif dengan sumber data berupa transkrip video pagelaran wayang santri di media sosial Youtube. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Hasil penelitian menunjukkan tiga temuan utama. Pertama, secara sintaksis ditemukan lima pola struktur kalimat deklaratif, meliputi pola S-P sederhana, S-P-O dengan konstruksi paralel, kalimat kompleks berklausa kondisional, kalimat campur kode, dan kalimat definitif-predikatif dalam wacana keagamaan. Kedua, secara semantis kalimat deklaratif mengandung lapisan makna yang beragam, mencakup makna denotatif, konotatif, evaluatif, metaforis, ironis, dan normatif yang mencerminkan nilai budaya Jawa sekaligus ajaran Islam. Ketiga, secara pragmatis kalimat deklaratif difungsikan secara multifungsi melalui enam ilokusi, yaitu asertif (menegaskan generalisasi sosial), komisif (janji kondisional tokoh), deklaratif Searle (performatif ijab kabul), direktif terselubung (anjuran bernilai universal), ekspresif (legitimasi humor sebagai ibadah), dan deklaratif sosial (penetapan norma komunal). Penelitian ini dapat disimpulkan ahwa formula campur kode dan multifungsi ilokusi menjadikan Wayang Santri adaptif dan efektif sebagai media dakwah kultural di era kontemporer.




