PEMBELAJARAN PEMIKIRAN TASAWUF ABDUL QADIR AL-JILANI DALAM PENGUATAN SPIRITUALITAS MAHASISWA
Keywords:
tasawuf; Abdul Qadir al-Jilani; spiritualitas; mahasiswa; pembelajaranAbstract
Krisis spiritual di kalangan mahasiswa merupakan salah satu persoalan mendesak dalam dunia pendidikan tinggi dewasa ini, ditandai oleh menguatnya orientasi materialistis, kegelisahan psikologis akibat gaya hidup digital, dan pergeseran nilai keagamaan. Artikel ini bertujuan mengkaji pemikiran tasawuf Syekh Abdul Qadir al-Jilani serta relevansinya sebagai materi pembelajaran dalam upaya penguatan spiritualitas mahasiswa. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi kepustakaan (library research), yang datanya dihimpun dari kitab-kitab karya al-Jilani serta literatur akademik pendukung. Hasil kajian menunjukkan bahwa pemikiran tasawuf al-Jilani menekankan integrasi antara syariat dan hakikat, pemurnian akidah ahlussunnah wal jamaah, pencapaian ma’rifat melalui mujahadah, tasawuf akhlaqi, serta pandangan keseimbangan antara kehidupan dunia dan akhirat. Nilai-nilai tersebut—seperti zuhud, sabar, syukur, qana’ah, dan tawadhu—dapat diintegrasikan ke dalam kurikulum perguruan tinggi melalui pendekatan holistik yang memadukan pembelajaran kognitif dengan praktik ruhani, seperti zikir, refleksi diri, dan keteladanan tokoh sufi. Pembelajaran semacam ini berpotensi memperkuat kecerdasan spiritual, membentuk karakter berakhlak mulia, serta membekali mahasiswa dengan ketahanan batin dalam menghadapi tantangan modernitas dan era digital.




