HAL-HALYANG MEMPERKUAT DAN MELEMAHKAN HAFALAN DALAM PERSPEKTIF FILSAFAT PENDIDIKAN ISLAM
Keywords:
filsafat pendidikan Islam, hafalan, Ta'lim al-Muta'allim, penuntut ilmu.Abstract
Pendidikan Islam tidak hanya menekankan pengembangan kecerdasan, tetapi juga pembentukan spiritualitas dan akhlak. Dalam perspektif filsafat pendidikan Islam, keberhasilan belajar diukur bukan sekadar penguasaan materi, melainkan juga kualitas akhlak dan kedekatan kepada Allah Swt. Hafalan merupakan kemampuan penting dalam proses belajar. Artikel ini menganalisis faktor-faktor yang memperkuat dan melemahkan hafalan berdasarkan pemikiran Imam Az-Zarnuji dalam Ta'lim al-Muta'allim. Metode yang digunakan adalah studi kepustakaan dengan mengkaji kitab Ta'lim al-Muta'allim, literatur filsafat pendidikan Islam, hadis, dan sumber relevan lainnya. Hasil kajian menunjukkan bahwa kesungguhan belajar, menjaga akhlak, memperbanyak ibadah dan membaca Al-Qur'an, berdoa, serta menjauhi maksiat dapat memperkuat hafalan. Sebaliknya, kemalasan, kurang disiplin, dan perilaku yang bertentangan dengan nilai-nilai Islam melemahkan kemampuan mengingat ilmu. Nilai-nilai ini tetap relevan bagi mahasiswa dalam menghadapi tantangan pembelajaran modern.
Downloads
References
Az-Zarnuji, Burhanuddin. (1981). Ta'lim al-Muta'allim Thariq at-Ta'allum. Beirut: Maktabah al-Islami.
Ibnu Majah, Muhammad bin Yazid. (2009). Sunan Ibnu Majah. Beirut: Dar al-Fikr.
Kementerian Agama Republik Indonesia. (2019). Al-Qur'an dan Terjemahannya. Jakarta: Lajnah Pentashihan Mushaf Al-Qur'an.
Nata, Abuddin. (2005). Filsafat Pendidikan Islam. Jakarta: Gaya Media Pratama.
Ramayulis. (2008). Ilmu Pendidikan Islam. Jakarta: Kalam Mulia.




