IMPLEMENTASI KURIKULUM BERBASIS CINTA DI MADRASAH IBTIDAIYAH MA'ARIF SUREN GEDE
Keywords:
Kurikulum Berbasis Cinta; Pancacinta; budaya madrasah; pendidikan karakter; pendidikan humanisAbstract
Transformasi pendidikan pada abad ke-21 menuntut satuan pendidikan tidak hanya berorientasi pada capaian akademik, tetapi juga mampu membentuk peserta didik yang berkarakter, berakhlak mulia, memiliki kecerdasan sosial, emosional, spiritual, serta kepedulian terhadap lingkungan. Fenomena degradasi karakter, meningkatnya kasus perundungan, rendahnya empati, serta berkembangnya budaya individualistik menunjukkan bahwa pendidikan memerlukan pendekatan yang lebih humanis dan berpusat pada nilai-nilai kasih sayang. Menjawab tantangan tersebut, Kementerian Agama Republik Indonesia mengembangkan Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) sebagai paradigma pendidikan yang menempatkan cinta sebagai fondasi dalam proses pembelajaran, interaksi sosial, dan budaya satuan pendidikan.
Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan implementasi Kurikulum Berbasis Cinta di Madrasah Ibtidaiyah Ma'arif Suren Gede, Kecamatan Kertek, Kabupaten Wonosobo, menganalisis kontribusinya dalam membangun budaya madrasah yang religius, humanis, ramah anak, berkarakter, dan berwawasan lingkungan, serta mengidentifikasi faktor-faktor yang mendukung keberhasilan implementasinya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara mendalam, dan studi dokumentasi. Analisis data dilakukan menggunakan model interaktif Miles, Huberman, dan Saldana yang meliputi kondensasi data, penyajian data, serta penarikan dan verifikasi kesimpulan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi Kurikulum Berbasis Cinta di Madrasah Ibtidaiyah Ma'arif Suren Gede telah terintegrasi secara sistematis dalam budaya madrasah, proses pembelajaran, program pembiasaan, kegiatan kokurikuler, ekstrakurikuler, serta tata kelola kelembagaan. Implementasi tersebut diwujudkan melalui penguatan nilai Pancacinta, yaitu cinta kepada Allah Swt., cinta kepada Rasulullah saw., cinta kepada diri sendiri, cinta kepada sesama manusia, dan cinta kepada alam semesta. Nilai-nilai tersebut diinternalisasikan melalui pembiasaan ibadah, penguatan akhlak, Program Tahfidzul Qur'an, pembelajaran Qira'ati, pembelajaran berdiferensiasi yang ramah anak, kepedulian sosial, serta budaya peduli lingkungan. Keberhasilan implementasi didukung oleh kepemimpinan kepala madrasah yang visioner, komitmen seluruh warga madrasah, dukungan yayasan, keterlibatan orang tua, lingkungan belajar yang kondusif, serta sinergi dengan berbagai pemangku kepentingan.
References
Al-Attas, Syed Muhammad Naquib. The Concept of Education in Islam. Kuala Lumpur: ISTAC, 1999.
Creswell, John W., dan Cheryl N. Poth. Qualitative Inquiry and Research Design: Choosing Among Five Approaches. Edisi ke-4. Thousand Oaks: SAGE Publications, 2018.
Deal, Terrence E., dan Kent D. Peterson. Shaping School Culture. Edisi ke-3. San Francisco: Jossey-Bass, 2016.
Kementerian Agama Republik Indonesia. Konsep Kurikulum Berbasis Cinta pada Madrasah. Jakarta: Direktorat Jenderal Pendidikan Islam, 2025.
Kementerian Agama Republik Indonesia. Panduan Implementasi Kurikulum Berbasis Cinta. Jakarta: Direktorat Jenderal Pendidikan Islam, 2025.
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi. Profil Pelajar Pancasila. Jakarta: Kemendikbudristek, 2022.
Miles, Matthew B., A. Michael Huberman, dan Johnny Saldaña. Qualitative Data Analysis: A Methods Sourcebook. Edisi ke-3. Thousand Oaks: SAGE Publications, 2014.
Nata, Abuddin. Ilmu Pendidikan Islam. Jakarta: Kencana, 2021.
Peterson, Kent D., dan Terrence E. Deal. Shaping School Culture. San Francisco: Jossey-Bass, 2016.
UNESCO. Reimagining Our Futures Together: A New Social Contract for Education. Paris: UNESCO Publishing, 2021.
UNICEF. Child Friendly Schools Manual. New York: UNICEF, 2009.
Sugiyono. Metode Penelitian Kualitatif. Bandung: Alfabeta, 2022.
Umar, Nasaruddin. Pidato dan Kebijakan mengenai Implementasi Kurikulum Berbasis Cinta di Madrasah. 2025.
Freedom to Learn. Columbus: Merrill Publishing Company, 1994.
Improving Organizational Effectiveness Through Transformational Leadership. Thousand Oaks, CA: Sage Publications, 1994.
School Leadership That Works. Alexandria, VA: ASCD, 2005.
School, Family, and Community Partnerships. New York: Routledge, 2019.
The Challenge to Care in Schools. New York: Teachers College Press, 2005.
Peraturan Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Nomor 8 Tahun 2014 tentang Kebijakan Sekolah Ramah Anak.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Handi (Author)

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.

