REGIONALISME KONSTITUSIONAL KALIMANTAN TENGAH
Keywords:
Kalimantan Tengah; regionalisme; desentralisasi; keadilan fiskal; masyarakat Dayak; tata kelola; otonomi daerah.Abstract
Artikel ini menyusun dan menguji kerangka 'regionalisme konstitusional' untuk Kalimantan Tengah, yaitu artikulasi kepentingan daerah yang tetap berada di dalam Pancasila, Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, negara hukum, dan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Kajian berangkat dari hipotesis politik bahwa daerah penghasil telah lebih banyak memberi daripada menerima. Hipotesis tersebut tidak diterima sebagai kesimpulan awal, tetapi diperiksa melalui studi pustaka, analisis hukum-normatif, serta data sekunder resmi. Pada 2025 PDRB Kalimantan Tengah mencapai Rp241,1 triliun dan tumbuh 4,80 persen, sedangkan ekspor Januari-Desember 2025 mencapai US$3,54 miliar. Di sisi lain, realisasi pendapatan APBD konsolidasian per 30 April 2026 masih didominasi transfer pemerintah pusat sebesar 79,10 persen. Indikator sosial menunjukkan kemiskinan Maret 2026 sebesar 5,09 persen, Gini Ratio 0,278, Tingkat Pengangguran Terbuka Februari 2026 sebesar 3,44 persen, dan IPM 2025 sebesar 74,86. Hasil kajian menunjukkan bahwa data tersebut belum cukup untuk menyatakan Kalimantan Tengah sebagai pemberi bersih atau penerima bersih dalam hubungan fiskal pusat-daerah. PDRB dan ekspor bukan setoran fiskal, sedangkan transfer juga bukan satu-satunya manfaat negara. Artikel mengusulkan neraca kontribusi-manfaat yang mencakup pajak, PNBP, transfer, belanja pusat, nilai tambah lokal, serta beban ekologis. Kerangka kebijakannya menekankan pembagian kewenangan, tata kelola bottom-up, kapasitas manusia, inovasi, pengawasan kekuasaan, penghormatan terhadap masyarakat adat, dan indikator terukur menuju Masa Keemasan Kalimantan Tengah.
References
Badan Pusat Statistik Provinsi Kalimantan Tengah. (2025). Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kalimantan Tengah 2025 mencapai 74,86. 5 November 2025.
Badan Pusat Statistik Provinsi Kalimantan Tengah. (2026a). Ekonomi Kalimantan Tengah Tahun 2025 Tumbuh 4,80 persen. 5 Februari 2026.
Badan Pusat Statistik Provinsi Kalimantan Tengah. (2026b). Statistik Perdagangan Luar Negeri Provinsi Kalimantan Tengah 2025. Palangka Raya: BPS Provinsi Kalimantan Tengah.
Badan Pusat Statistik Provinsi Kalimantan Tengah. (2026c). Februari 2026: Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) Kalimantan Tengah sebesar 3,44 persen. 5 Mei 2026.
Badan Pusat Statistik Provinsi Kalimantan Tengah. (2026d). Persentase penduduk miskin Kalimantan Tengah Maret 2026 naik menjadi 5,09 persen. 5 Agustus 2026.
Badan Pusat Statistik Provinsi Kalimantan Tengah. (2026e). Gini Ratio Maret 2026 tercatat sebesar 0,278. 5 Agustus 2026.
Citranu, C. (2019). Perjanjian Tumbang Anoi 1894 sebagai Sumber Hukum Pidana Adat Dayak Ngaju. Tampung Penyang, 17(1), 1-17.
Cloninger, C. R., Svrakic, D. M., & Przybeck, T. R. (1993). A psychobiological model of temperament and character. Archives of General Psychiatry, 50(12), 975-990.
Direktorat Jenderal Perbendaharaan, Kanwil Kalimantan Tengah. (2026). Kinerja Perekonomian dan Fiskal Regional Kalimantan Tengah per 30 April 2026.
Haryanti, S. U. (2023). The Treaty of Tumbang Anoi, 1894: Impact on Borneo's Social Structure. In M. Budianta & S. Tiwon (Eds.), Trajectories of Memory. Springer.
Heylighen, F. (2016). Stigmergy as a universal coordination mechanism I: Definition and components. Cognitive Systems Research, 38, 4-13.
Maresty, E., & Zamroni, Z. (2017). Analisis nilai-nilai budaya Huma Betang dalam pembinaan persatuan kesatuan bangsa siswa SMA di Kalimantan Tengah. Harmoni Sosial: Jurnal Pendidikan IPS, 4(1), 67-79.
Mirim, M., & Sudiman, S. (2018). Batang Haring (Sebuah Kajian Mitologi, Fungsi dan Makna). Widya Katambung, 9(1).
Namugenyi, C., Nimmagadda, S. L., & Reiners, T. (2019). Design of a SWOT analysis model and its evaluation in diverse digital business ecosystem contexts. Procedia Computer Science, 159, 1145-1154.
OECD. (2019). Making Decentralisation Work: A Handbook for Policy-Makers. Paris: OECD Publishing.
OECD/Eurostat. (2018). Oslo Manual 2018: Guidelines for Collecting, Reporting and Using Data on Innovation (4th ed.). Paris/Luxembourg: OECD Publishing/Eurostat.
Republik Indonesia. (1945). Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945. JDIH DPR RI.
Republik Indonesia. (2014). Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah, beserta perubahannya.
Republik Indonesia. (2017). Peraturan Pemerintah Nomor 38 Tahun 2017 tentang Inovasi Daerah.
Republik Indonesia. (2022). Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2022 tentang Hubungan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Pemerintahan Daerah.
Rostiana, H., Nurbani, S., & Riswanto, D. (2020). Nilai-nilai filosofis Huma Betang Suku Dayak Kalimantan Tengah. Jurnal Budaya Nusantara, 3(2), 118-125.
World Bank. (2017). World Development Report 2017: Governance and the Law. Washington, DC: World Bank.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Damai Alam Usop (Author)

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.

