PENINGKATAN KETERAMPILAN KOLABORASI DAN HASIL BELAJAR IPAS MATERI GAYA MELALUI METODE EKSPERIMEN SEDERHANA BERBANTUAN BENDA KONKRET PADA PESERTA DIDIK KELAS IV SEKOLAH DASAR
Keywords:
kolaborasi; hasil belajar kognitif; eksperimen sederhana; benda konkret; IPAS; gaya; sekolah dasarAbstract
Penelitian ini bertujuan meningkatkan keterampilan kolaborasi dan hasil belajar kognitif peserta didik melalui metode eksperimen sederhana berbantuan benda konkret pada pembelajaran IPAS materi Gaya di kelas IV SD Negeri 6 Metro Barat. Penelitian menggunakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan desain Kemmis dan McTaggart yang dilaksanakan dalam tiga siklus, masing-masing dua kali pertemuan. Data dikumpulkan melalui observasi, tes hasil belajar kognitif, asesmen diagnostik nonkognitif, dokumentasi, dan catatan lapangan. Analisis data dilakukan secara deskriptif kualitatif dan deskriptif kuantitatif. Indikator keberhasilan penelitian ditetapkan berupa rata-rata skor keterampilan kolaborasi minimal 75% dan ketuntasan klasikal hasil belajar minimal 80% dengan KKTP ≥75. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata keterampilan kolaborasi meningkat dari 50,96% pada pra-siklus menjadi 61,54% pada Siklus I, 71,15% pada Siklus II, dan 79,81% pada Siklus III. Nilai rata-rata hasil belajar kognitif meningkat dari 63,46 pada pra-siklus menjadi 68,85 pada Siklus I, 74,23 pada Siklus II, dan 80,38 pada Siklus III. Ketuntasan klasikal meningkat secara berturut-turut dari 38,46% menjadi 53,85%, 69,23%, dan 80,77%. Pada Siklus III, 21 dari 26 peserta didik (80,77%) berada pada kategori kolaboratif dan sangat kolaboratif, sedangkan 21 peserta didik (80,77%) mencapai ketuntasan hasil belajar. Temuan ini menunjukkan adanya peningkatan keterampilan kolaborasi dan hasil belajar setelah penerapan tindakan secara bertahap pada pembelajaran IPAS materi Gaya.
References
Arikunto, S. (2021). Penelitian tindakan kelas: Edisi revisi. Jakarta: Bumi Aksara.
Damayanti, E., Rezkita, S., & Jaryah, R. A. (2023). Peningkatan keaktifan dan keterampilan berpikir kreatif melalui Project Based Learning pada siswa sekolah dasar. Prosiding Seminar Nasional Pendidikan Profesi Guru, 2(1), 1378–1387.
Direktorat Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah. (2022). Panduan pembelajaran dan asesmen pendidikan anak usia dini, pendidikan dasar, dan menengah. Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi.
Kemmis, S., & McTaggart, R. (1988). The action research planner (3rd ed.). Deakin University.
Piaget, J. (1972). The principles of genetic epistemology. Routledge & Kegan Paul.
Septiani, M. D., Suyoto, & Ngazizah, N. (2021). Peningkatan keaktifan belajar dan berfikir kreatif siswa kelas V melalui model Make a Match dengan media Flash Card. Jurnal Pendidikan Dasar, 2(1), 13–24. https://doi.org/10.37729/jpd.v2i1.948
Sugiyono. (2019). Metode penelitian kuantitatif, kualitatif, dan R&D. Alfabeta.
Sulastri, E., Supeno, & Sulistyowati, L. (2022). Implementasi model Problem-Based Learning untuk meningkatkan keterampilan berpikir kreatif siswa sekolah dasar dalam pembelajaran IPA. Edukatif: Jurnal Ilmu Pendidikan, 4(4), 5883–5890. https://doi.org/10.31004/edukatif.v4i4.3400
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Yogi Yogi , Tri Jalmo, Annisa Wulandari, Zahra Dika Ramadhona (Author)

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.

