PROBLEMATIKA GURU SD DI DESA PENGADANG DALAM MENGEMBANGKAN PEMBELAJARAN BERBASIS KEARIFAN LOKAL UNTUK MENINGKATKAN MINAT BELAJAR SISWA

Authors

  • Lisa Rahmawati Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Doktor Nugroho Magetan Author
  • Feby Arief Nugroho Author
  • Yoga Pratama Author

Keywords:

problematika guru, pembelajaran berbasis kearifan lokal, minat belajar siswa, sekolah dasar.

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan secara mendalam problematika yang dihadapi guru Sekolah Dasar di Desa Pengadang dalam mengembangkan pembelajaran berbasis kearifan lokal, serta menganalisis upaya yang dilakukan guru untuk meningkatkan minat belajar siswa melalui pembelajaran tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian studi kasus. Subjek penelitian terdiri atas guru, kepala sekolah, dan siswa Sekolah Dasar di Desa Pengadang, Kecamatan Praya Tengah, Kabupaten Lombok Tengah. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan model Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Keabsahan data diperoleh melalui triangulasi sumber, triangulasi teknik, dan member checking. Hasil penelitian menunjukkan bahwa problematika yang dihadapi guru dalam mengembangkan pembelajaran berbasis kearifan lokal meliputi empat aspek utama: (1) kurangnya pelatihan khusus tentang pembelajaran berbasis budaya lokal, sehingga guru belum memiliki kompetensi yang optimal dalam mengintegrasikan kearifan lokal ke dalam kurikulum; (2) keterbatasan sumber belajar yang memuat kearifan lokal, seperti buku ajar, modul, media pembelajaran, dan alat peraga yang sesuai dengan karakteristik daerah; (3) minimnya dukungan kebijakan sekolah dalam bentuk program atau pedoman tertulis yang mengatur pelaksanaan pembelajaran berbasis kearifan lokal; dan (4) tingginya beban administrasi guru yang mengurangi waktu dan kesempatan untuk berinovasi dalam pembelajaran. Adapun upaya yang dilakukan guru untuk mengatasi permasalahan tersebut yaitu memanfaatkan lingkungan sekitar sebagai sumber belajar, mengintegrasikan nilai-nilai gotong royong dalam kegiatan pembelajaran, serta memanfaatkan cerita dan sejarah lokal sebagai media pembelajaran yang kontekstual. Upaya-upaya tersebut terbukti mampu meningkatkan ketertarikan, partisipasi, dan minat belajar siswa karena materi pembelajaran menjadi lebih dekat dengan kehidupan sehari-hari mereka. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa pembelajaran berbasis kearifan lokal memiliki potensi yang besar dalam meningkatkan minat belajar siswa. Namun, keberhasilannya memerlukan peningkatan kompetensi guru melalui pelatihan berkelanjutan, ketersediaan sumber belajar yang memadai, dukungan kebijakan sekolah yang terarah, serta pengurangan beban administrasi guru.

References

Arikunto, S. (2019). Prosedur Penelitian: Suatu Pendekatan Praktik (Edisi Revisi). Jakarta: Rineka Cipta.

Azizah, & Alnashr. (2025). Pengembangan bahan ajar tematik berbasis kearifan lokal. Jurnal Kurikulum dan Pembelajaran, 5(2), 144–152.

Creswell, J. W. (2014). Research Design: Qualitative, Quantitative, and Mixed Methods Approaches. Los Angeles: SAGE Publications.

Creswell, J. W. (2018). Educational Research: Planning, Conducting, and Evaluating Quantitative and Qualitative Research (6th ed.). New York: Pearson.

Dazrullisa, D. (2023). Pengaruh pembelajaran berbasis kearifan lokal terhadap minat belajar siswa. Jurnal Genta Mulia, 9(2), 2018–2024.

Geertz, C. (1992). Tafsir Kebudayaan. Yogyakarta: Kanisius.

Hamalik, O. (2017). Proses Belajar Mengajar. Jakarta: PT Bumi Aksara.

Indriyani, F., Fajrie, M., & Fathurohman, A. (2024). Pembelajaran IPA berbasis kearifan lokal meningkatkan pemahaman dan minat belajar. Journal Prakarsa Paedagogia, 7(1), 105–112.

Koentjaraningrat. (2009). Pengantar Ilmu Antropologi. Jakarta: Rineka Cipta.

Lickona, T. (2015). Pendidikan Karakter: Panduan Lengkap Mendidik Siswa Menjadi Pintar dan Baik. Bandung: Nusa Media.

Lincoln, Y. S., & Guba, E. G. (1985). Naturalistic Inquiry. Beverly Hills: Sage Publications.

Lubis. (2025). Pengaruh buku bergambar yang mengintegrasikan kearifan lokal terhadap motivasi belajar siswa. Jurnal Psikologi Pendidikan, 3(2), 45–58.

Miles, M. B., Huberman, A. M., & Saldana, J. (2014). Qualitative Data Analysis: A Methods Sourcebook (3rd ed.). Thousand Oaks: Sage Publications.

Moleong, L. J. (2021). Metodologi Penelitian Kualitatif (Edisi Revisi). Bandung: Remaja Rosdakarya.

Mulyasa, E. (2013). Menjadi Guru Profesional. Bandung: Remaja Rosdakarya.

Mulyasa. (2019). Kompetensi profesional guru. Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan, 18(3), 249–262.

Muslich, M. (2018). Pendidikan Karakter: Menjawab Tantangan Krisis Multidimensional. Jakarta: Bumi Aksara.

Nadlir, M. (2014). Urgensi pembelajaran berbasis kearifan lokal. Jurnal Pendidikan Agama Islam, 2(2), 299–330.

Pane, A., & Dasopang, M. D. (2017). Belajar dan pembelajaran. Fitrah: Jurnal Kajian Ilmu-Ilmu Keislaman, 3(2), 333–352.

Puspita, et al. (2023). Pembelajaran menulis kreatif berbasis kearifan lokal di SD. Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra, 8(2), 89–96.

Rusman. (2017). Model-Model Pembelajaran: Mengembangkan Profesionalisme Guru. Jakarta: Rajawali Pers.

Sanjaya, W. (2016). Strategi Pembelajaran Berorientasi Standar Proses Pendidikan. Jakarta: Kencana Prenada Media Group.

Sardiman. (2016). Interaksi dan motivasi belajar mengajar. Jurnal Pendidikan dan Pengajaran, 49(2), 101–114.

Setyowati, Hendratno, & Sukartiningsih. (2024). Integrasi nilai kearifan lokal dalam pembelajaran Bahasa Indonesia di sekolah dasar. Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, 13(1), 30–40.

Slameto. (2015). Belajar dan Faktor-Faktor yang Mempengaruhinya. Jakarta: Rineka Cipta.

Sugiyono. (2020). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta.

Sugiyono. (2022). Metode Penelitian Kualitatif. Bandung: Alfabeta.

Suparlan, P. (2015). Menuju Masyarakat Indonesia yang Multikultural. Jakarta: UI Press.

Uno, H. B. (2020). Profesi Kependidikan: Problema, Solusi, dan Reformasi Pendidikan di Indonesia. Jakarta: Bumi Aksara.

Wagiran. (2012). Pengembangan pendidikan budaya dan karakter bangsa berbasis kearifan lokal. Jurnal Pendidikan Karakter, 2(3), 325–337.

Wahjosumidjo. (2018). Kepemimpinan Kepala Sekolah: Tinjauan Teoretik dan Permasalahannya. Jakarta: RajaGrafindo Persada.

Yanti, & Papingka. (2025). Tantangan guru SD dalam implementasi pembelajaran berbasis kearifan lokal. Jurnal Pendidikan Dasar, 7(2), 203–207.

Yuliana, Kawuryan, & Firdaus. (2025). Integrasi model inkuiri berbasis kearifan lokal meningkatkan motivasi siswa SD. Ideguru: Jurnal Karya Ilmiah Guru, 10(2), 112–115.

Downloads

Published

2026-10-31

How to Cite

PROBLEMATIKA GURU SD DI DESA PENGADANG DALAM MENGEMBANGKAN PEMBELAJARAN BERBASIS KEARIFAN LOKAL UNTUK MENINGKATKAN MINAT BELAJAR SISWA. (2026). Reflektif: Jurnal Pendidikan Dan Kebudayaan, 3(1), 12-22. https://journal-edu.org/index.php/jr/article/view/469