RESISTENSI PENDIDIKAN BUDAYA DALAM MEMPERTAHANKAN IDENTITAS BUDAYA ANAK PADA TINGKAT SEKOLAH DASAR

Authors

  • Luluk Ilmayani Universitas Doktor Nugroho Magetan image/svg+xml Author
  • Feby Arief Nugroho Author
  • Yoga Pratama Author

Keywords:

resistensi pendidikan budaya, identitas budaya, sekolah dasar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bentuk-bentuk resistensi pendidikan budaya dalam mempertahankan identitas budaya anak pada tingkat sekolah dasar, mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi munculnya resistensi, serta mendeskripsikan upaya yang dilakukan sekolah dalam mempertahankan identitas budaya peserta didik. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Subjek penelitian meliputi kepala sekolah, guru, dan peserta didik yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan model Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Keabsahan data diperoleh melalui triangulasi sumber dan triangulasi teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa resistensi pendidikan budaya dalam mempertahankan identitas budaya anak di sekolah dasar tampak dalam rendahnya minat sebagian peserta didik terhadap budaya lokal, dominasi budaya populer yang dipengaruhi oleh perkembangan teknologi dan media digital, terbatasnya penggunaan bahasa daerah dalam lingkungan sekolah, serta belum optimalnya integrasi budaya lokal dalam proses pembelajaran. Faktor-faktor yang memengaruhi resistensi meliputi pengaruh globalisasi, lingkungan keluarga, keterbatasan media dan sumber belajar, serta kurangnya kolaborasi antara sekolah dan masyarakat dalam pelestarian budaya. Adapun upaya yang dilakukan sekolah untuk mempertahankan identitas budaya anak meliputi integrasi nilai-nilai budaya dalam pembelajaran, penyelenggaraan kegiatan ekstrakurikuler berbasis budaya, pembiasaan penggunaan bahasa daerah pada kegiatan tertentu, pelaksanaan kegiatan seni dan budaya, serta kerja sama dengan orang tua dan masyarakat.

References

Arikunto, S. (2019). Prosedur Penelitian: Suatu Pendekatan Praktik. Jakarta: Rineka Cipta.

Bogdan, R. C., & Biklen, S. K. (2007). Qualitative Research for Education: An Introduction to Theories and Methods. Boston: Pearson Education.

Ginting, S. M. B. (2020). Peran Guru dalam Menerapkan Nilai-Nilai Budaya Lokal di Era Revolusi Industri 4.0 pada Peserta Didik. Universitas Negeri Medan.

Koentjaraningrat. (2009). Pengantar Ilmu Antropologi. Jakarta: Rineka Cipta.

Maharani, S. T., & Muhtar, T. (2022). Implementasi Pembelajaran Berbasis Budaya Lokal untuk Meningkatkan Karakter Siswa. Jurnal Basicedu, 6(4), 5961–5968.

Miles, M. B., & Huberman, A. M. (2014). Qualitative Data Analysis: A Methods Sourcebook. Thousand Oaks: Sage Publications.

Moleong, L. J. (2021). Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung: Remaja Rosdakarya.

Nasution. (2017). Sosiologi Pendidikan. Jakarta: Bumi Aksara.

Pingge, H. D. (2017). Kearifan Lokal dan Penerapannya di Sekolah. Jurnal Edukasi Sumba (JES), 1(2), 582–591.

Sari, I. (2023). Mempertahankan Budaya Lokal Melalui Pendidikan: Kajian Filsafat Pendidikan dalam Konteks Masyarakat Mamas. Institut Agama Kristen Negeri Toraja, 1–8.

Suarningsih, N. M. (2019). Peran Pendidikan Berbasis Kearifan Lokal dalam Pembelajaran di Sekolah. Cetta: Jurnal Ilmu Pendidikan, 2(1), 23–30.

Suyadi. (2018). Strategi Pembelajaran Pendidikan Karakter. Bandung: Remaja Rosdakarya.

Tilaar, H. A. R. (2012). Pendidikan, Kebudayaan, dan Masyarakat Madani Indonesia. Bandung: Remaja Rosdakarya.

Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional.

Downloads

Published

2026-11-01

How to Cite

RESISTENSI PENDIDIKAN BUDAYA DALAM MEMPERTAHANKAN IDENTITAS BUDAYA ANAK PADA TINGKAT SEKOLAH DASAR. (2026). Reflektif: Jurnal Pendidikan Dan Kebudayaan, 3(1), 39-47. https://journal-edu.org/index.php/jr/article/view/472