PENGARUH FEAR OF MISSING OUT (FOMO), PROMOSI PENJUALAN, DAN MEDIA SOSIAL TERHADAP IMPULSIVE BUYING PADA MALOMO KOPI DI KOTA PALEMBANG
Keywords:
takut ketinggalan, promosi penjualan, media sosial, pembelian impulsif, kedai kopi.Abstract
Studi ini meneliti pengaruh Fear of Missing Out (FOMO), promosi penjualan, dan media sosial terhadap pembelian impulsif di kalangan pelanggan Malomo Kopi di Palembang. Penelitian ini didorong oleh pola di mana pelanggan sering berkunjung setelah menemukan konten media sosial yang menarik, penawaran terbatas waktu, atau pengalaman yang sedang tren terkait kedai kopi tersebut. Desain deskriptif-asosiatif kuantitatif digunakan. Populasi terdiri dari sekitar 4.000 pelanggan yang tercatat pada April 2026, sedangkan 98 responden dipilih melalui purposive sampling menggunakan rumus Slovin dengan margin kesalahan 10%. Data dikumpulkan melalui kuesioner Likert lima poin dan dianalisis menggunakan SPSS versi 29. Prosedur analitis meliputi uji validitas dan reliabilitas, statistik deskriptif, uji asumsi klasik, regresi linier berganda, analisis korelasi, koefisien determinasi, uji F, dan uji t. Hasil menunjukkan bahwa FOMO, promosi penjualan, dan media sosial secara simultan memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap pembelian impulsif, dengan nilai F sebesar 33,747 dan tingkat signifikansi di bawah 0,001. Sebagian, FOMO memiliki koefisien 0,380, promosi penjualan 0,307, dan media sosial 0,284, semuanya dengan tingkat signifikansi di bawah 0,001. Model ini menjelaskan 51,9% variasi dalam pembelian impulsif, sementara FOMO muncul sebagai prediktor yang paling dominan. Temuan ini menunjukkan bahwa urgensi psikologis, insentif promosi, dan paparan digital bekerja bersama dalam membentuk pembelian spontan di kedai kopi lokal.
References
Aiello, G., & Dickinson, G. (2014). Beyond authenticity: A visual-material analysis of locality in the global redesign of Starbucks stores. Visual Communication, 13(3), 303-321. https://doi.org/10.1177/1470357214530054
Chasanah, U., & Mathori, M. (2021). Impulsive buying: Kajian promosi penjualan, gaya hidup, dan norma subyektif pada marketplace di Yogyakarta. Jurnal Riset Manajemen, 12(2), 231-255.
Dewi, R., Mufti, W., & Hariyanto, D. (2025). Pengaruh content marketing di TikTok dan FOMO terhadap impulsive buying pada mahasiswa UMSIDA. Jurnal Manajemen dan Bisnis, 14(1), 68-79.
Djamhari, S. I., Mustika, M. D., Sjabadhyni, B., & Ndaru, A. R. P. (2024). Impulsive buying in the digital age: Investigating the dynamics of sales promotion, FOMO, and digital payment methods. Cogent Business & Management, 11(1). https://doi.org/10.1080/23311975.2024.2419484
Ferreira, J., & Ferreira, C. (2018). Challenges and opportunities of new retail horizons in emerging markets: The case of a rising coffee culture in China. Business Horizons, 61(5), 783-796. https://doi.org/10.1016/j.bushor.2018.06.001
Ghozali, I. (2021). Aplikasi analisis multivariate dengan program IBM SPSS 26. Badan Penerbit Universitas Diponegoro.
Oktaviani, D., & Keni, K. (2024). Perilaku impulsive buying sebagai respons terhadap flash sale dan customer's shopping experience: Peran moderasi self-control. Jurnal Muara Ilmu Ekonomi dan Bisnis, 8(2), 472-486. https://doi.org/10.24912/jmieb.v8i2.32313
Simamora, B. (2024). Investigasi aspek-aspek promosi penjualan. Jurnal Manajemen Pemasaran, 13(1), 53-66.
Sugiyono. (2020). Metode penelitian kuantitatif, kualitatif, dan R&D. Alfabeta.
Wibaningrum, G., & Aurellya, C. D. (2020). Fear of Missing Out Scale Indonesian version: An internal structure analysis. Jurnal Pengukuran Psikologi

